Entri Populer

Profil Penulis

Rabu, 24 Juli 2013

Emisi Saham dan Hak Beli Saham

Emisi Saham dan Hak Beli Saham

Emisi Saham : penambahan saham yang beredar oleh perusahaan penerbitnya.

Dengan emisi saham timbul Hak Beli Saham, yaitu penawaran pertama untuk membeli saham baru kepada pihak-pihak tertentu .

Hak Beli Saham untuk Pemegang saham

Contoh: PT. Badui menawarkan saham baru kepada pemegang saham yang memiliki sertifikat hak beli saham Rp. 15.000 per lembar. Nilai nominal saham biasa itu Rp. 12.000 per lembar. 10 lembar sertifikat hak beli saham digunakan untuk membeli 1 lembar saham biasa.

Tuan Aldi memiliki 50 lembar sertifikat hak beli saham.

Pertanyaan : - Berapa saham yang bisa dibeli Tuan Aldi?

- Bagaimana jurnal penjualan sahamnya?

Jawab:

Saham yang bisa dibeli tuan Aldi = 50:10 = 5 lembar.

Jurnal : Kas (15.000x5 lbr)…………………………………………Rp. 75.000

                   Agio saham biasa…………………………………………………..……Rp. 15.000

                   Modal Saham biasa (12.000x5 lbr)…………………………Rp. 60.000

Hak Beli Saham untuk pembeli surat berharga perusahaan

Hak Beli Saham untuk pembeli saham

Dasar alokasi saham yang digunakan:

1.       Nilai ekonomis hak beli saham = selisih antara prakiraan harga pasar saham dengan harga saham yang ditawarkan kepada pemegang hak beli saham.

2.     Harga pasar relative. Jika sertifikat hak beli saham beredar di pasaran dengan harga pasar yang pasti.

PT. Maju akan menjual 700 saham prioritas, yang bernominal @Rp. 10.000 dengan kurs 110. Pembelinya diberi 1 sertifikat hak beli saham biasa untuk tiap lembar saham prioritas yang dibelinya.

2 lembar sertifikat hak beli saham biasa bisa untuk membeli 1 lembar saham biasa PT. Maju yang bernilai nominal Rp. 3000. Selama masa beli saham, harga saham pasar biasa adalah Rp. 4000 per lembar.

Sebelum sertifikat hak beli saham PT. Maju beredar di  pasaran, Tuan Udin membeli saham prioritas PT. Maju sebanyak 300 lembar.

Bagaimana pencatatannya?

Perhitungan

Kas yang diterima = 300 x Rp. 10.000 x 110% =             Rp.  3.300.000

Nilai ekonomis hak beli saham biasa

( harga pasar – harga nominal ) x jml saham yang dibeli

                     2

Rp.4000 – Rp. 3000 x 400 =                                      

              2

              500          x 400 =                                        Rp.     200.000  -

Harga jual saham prioritas                                           Rp.   3.100.000

Nilai nominal saham prioritas yang dijual

= 300 x Rp.10.000                                                      Rp.   3.000.000 -

Agio saham prioritas yang dijual                                   Rp.      100.000

Kas                   Rp. 3.300.000

     Modal saham prioritas                                   Rp. 3.000.000

     Agio saham prioritas                                     Rp.    100.000

     Modal disetor-hak beli saham beredar            Rp     200.000

Satu minggu kemudian, Tuan Udin menjual sertifikat hak beli sahamnya sebanyak 100 lembar dan menggunakannya untuk membeli 50 lembar saham biasa PT. Maju.

Perhitungan

Kas yang diterima= 50 x Rp. 3000                                     Rp. 150.000

Nilai ekonomis hak beli saham biasa = 100 x Rp. 500           RP.   50.000

Harga jual saham biasa                                                     Rp. 200.000

Nilai nominal saham biasa yang dijual = 50 x Rp. 3000        Rp. 150.000

Agio saham biasa yang dijual                                             Rp.   50.000

Kas                                             Rp. 150.000

Modal disetor-HBS yang beredar Rp.  50.000

          Agio saham biasa                                           Rp   50.000

          Modal saham biasa                                        Rp. 150.000

PT. Ali membeli saham prioritas PT Maju sebanyak 200 lembar,  dengan kurs 115. Harga pasar sertifikat hak beli saham Rp. 600. Sedangkan harga pasar saham prioritas adalah Rp. 11.400.

Perhitungan

Kas yang diterima = 200 x Rp. 10.000 x 115% =             Rp.  2.300.000

Nilai ekonomis hak beli saham biasa

        Rp. 600           x 2.300.000 =                                      

(Rp. 11.400+Rp.600)

                0,05       x 2.300.000 =                              Rp.     115.000  -

Harga jual saham prioritas                                          

          Rp. 11.400      x 2.300.000 =                              Rp.   2.185.000

(Rp. 11.400+Rp.600)

Nilai nominal saham prioritas yang dijual

= 200 x Rp.10.000                                                      Rp.   2.000.000 -

Agio saham prioritas yang dijual                                   Rp.      185.000

Kas                   Rp. 2.300.000

     Modal saham prioritas                                   Rp. 2.000.000

     Agio saham prioritas                                     Rp.    185.000

     Modal disetor-hak beli saham beredar            Rp     115.000

Pada kasus diatas terdapat 2 nilai ekonomis hak beli saham, yaitu:

300 lembar @ Rp. 500

200 lembar @ Rp. 575 (115.000:200)

Hak Beli Saham untuk pembeli obligasi

PT. Sinar Cemerlang menjual obligasi 10% sebanyak 100 lembar yang nilai nominalnya Rp. 20.000 per lembar. Kepada pembelinya, akan diberikan sertifikat hak beli saham biasa 100 lembar yang bisa untuk membeli 50 lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp4000 per lembar. Harga pasar obligasi tanpa sertifikat hak beli saham Rp. 24.800 per lembar. Sedangkan harga pasar sertifikat hak beli saham biasa PT Sinar Cemerlang adalah  Rp.200 per lembar. Harga jual obligasi dengan hak beli saham adalah Rp. 30.000 per lembar.

Apabila ada orang yang berminat terhadap Obligasi tadi, maka jurnalnya:

Kas                                                     Rp. 3.000.000

          Utang Obligasi                                    Rp.  2.000.000

          Premium Utang Obligasi                       Rp.     976.000

          Hak beli saham yang beredar               Rp.       24.000

Dengan perhitungan sebagai berikut:

Kas yang diterima

= jumlah obligasi yang dijual x harga jual obligasi dengan HBS

= 100 x Rp. 30.000                                                          = Rp. 3.000.000

Nilai Hak beli saham biasa

          Harga pasar sertifikat hak beli saham biasa                      X Kas

Harga pasar abligasi tanpa HBS + Harga pasar sertifikat HBS

=           Rp. 200         x Rp. 3.000.000                                      = Rp.      24.000

(Rp. 24.800 + Rp. 200)

Harga jual obligasi                                                           = Rp.  2.976.000

Nilai nominal obligasi

= Jml obligasi x nilai nominal

= 100 x Rp. 20.000                                                          = Rp.  2.000.000

Premium utang obligasi                                                      = Rp.     976.000

BACA JUGA

Ditulis Oleh : Hendra Arrasyid // 05.04

0 komentar:

Poskan Komentar