Entri Populer

Profil Penulis

Minggu, 14 Juli 2013

Contoh Transaksi Jual Beli Saham

Contoh Transaksi Jual Beli Saham

Transaksi beli Saham

Seorang pemodal melakukan transaksi pembelian atas saham Astra sebanyak 5 lot, dengan harga saham pada posisi Rp3.000,00 per saham.
Penghitungan:
Keterangan Penghitungan Jumlah (dalam rupiah)
Transaksi beli 5 x 500 saham x Rp3.000 7.500.000
Komisi untuk broker 0,3% x Rp7.500.000 22.500
(0,3% dari nilai transaksi)
PPN 10% dari komisi 10% x Rp22.500 2.250
Biaya pembelian saham 24.750
Total biaya yang dikeluarkan 7.549.500

Transaksi jual Saham

Seorang pemodal melakukan transaksi penjualan atas saham Telkom sebanyak 5 lot, dengan harga saham Indosat matched pada posisi Rp3.000,00 per saham.
Penghitungan:
Keterangan Penghitungan Jumlah (dalam rupiah)
Transaksi jual 5 x 500 saham x Rp3.000 7.500.000
Komisi untuk broker 0,3% x Rp7.500.000 22.500
(0,3% dari nilai transaksi)
PPN 10% dari komisi 10% x Rp22.500 2.250
PPh atas transaksi jual 0,1% x Rp7.500.000 7.500
(0,1% x nilai transaksi)
Biaya penjualan saham 32.250
Total biaya yang dikeluarkan 7.564.500

BAGIAN 2

PT ( perseroan terbatas) secara hukum merupakan pribadi yang mandiri, terpisah dengan pemilik perusahaannya. Tetapi PT mempertanggungjawabkan kekayaan yang dikelolanya kepada 2 pihak, pemberi pinjaman dan pemilik atau penyetor modal. Pada saat pendiriannya, PT mendapatkan modal dengan jalan menerbitkan atau menjual saham.

Kekayaan PT berasal dari 3 sumber:

1.Dari pihak luar, berupa Utang(kewajiban)

2.Dari pemilik, berupa setoran modal

3.Dari hasil operasi perusahaan, berupa Laba ditahan.

Jenis PT ada 2:

1.PT Pemerintah, yaitu yang pemegang sahamnya sebagian besar

  atau sepenuhnya pemerintah.

2.PT Swasta, yaitu yang pemegang sahamnya didominasi oleh swasta.

  Dibagi menjadi:

  a. Tanpa Saham (Di Indonesia tidak ada).

  b. Dengan Saham, dibagi atas :

     - PT Tertutup   

     - PT Terbuka, yang terdiri dari PT Terdaftar dan PT Tidak

       Terdaftar.

Jenis Saham

1.Saham Biasa, yaitu saham yang memiliki hak atas kekayaan

  perusahaan dan pembagian laba pada urutan terakhir, setelah

  kreditur dan pemegang saham prioritas.

2.Saham Prioritas,  memiliki keistimewaan jika dibandingkan

  dengan saham biasa:

  a.Prioritas dalam hal pembagian deviden

  b.Prioritas atas pembagian aktiva perusahaan saat likuidasi

  c.Dapat ditukarkan menjadi saham biasa.

  d.Dapat dipanggil/ dilunasi setiap saat.

Dalam kaitannya dengan pembagian deviden, hak preferen pada saham prioritas dibagi menjadi : Kumulatif berpartisipasi, kumulatif tidak berpartisipasi, Tidak kumulatif berpartisipasi dan tidak kumulatif tidak berpartisipasi.

PENERBITAN SAHAM

Saham yang dikeluarkan oleh perusahaan bisa bernilai nominal atau tidak. Nilai nominal ini berbeda dengan harga jual saham. Apabila ternyata harga jual saham lebih TINGGI dari nominalnya, maka kelebihannya disebut AGIO SAHAM. Apabila harga jual saham lebih RENDAH dari nilai nominalnya disebut DISAGIO SAHAM.

*Saham tanpa nilai nominal*

Contoh:

PT ANGIN SEPOI SEPOI menerbitkan 500 saham biasa tanpa nilai nominal dan menerima uang hasil penjualan Rp. 15.000.000.

Jurnal Penjualan:

Kas            Rp. 15.000.000

*****Modal Saham biasa             Rp. 15.000.000

Jika Dewan Komisaris menetapkan nilai perlembar saham tanpa nominal adalah Rp. 20.000, maka jurnal transaksi diatas akan dicatat seperti ini :

Kas            Rp. 15.000.000

*****Agio saham biasa    Rp.  5.000.000

*****Modal Saham Biasa   Rp. 10.000.000

Bagaimana Saudara Mahasiswa? apakah anda bisa memahami soal diatas? Jika ya, mari kita lanjutkan dengan penjurnalan saham yang memiliki nilai nominal

*Saham bernilai nominal*

A. Dalam pendiriannya, PT. ANGIN MAMIRI melakukan otorisasi

   pengeluarkan 4000 lembar saham biasa dengan nilai nominal

   Rp. 1500 per lembar.

Ada 2 pencatatan transaksi pengeluaran saham :

1. Otorisasi dicatat sebagai memorandum saja

2. Otorisasi dicatat dalam rekening pembukuan formal

Jurnal otorisasi dicatat dalam rekening pembukuan formal

Modal saham biasa delum ditempatkan  p. 6.000.000

*****Modal saham biasa diotorisasi         Rp. 6.000.000

B. Jika Saham PT ANGIN MAMIRI terjual sebanyak 2000 lembar

   dengan harga jual Rp. 10.000/lembar.

Kas               2000 x Rp.10.000 = Rp. 20.000.000

Modal Saham Biasa 2000 x Rp.1500   = Rp.  3.000.000

                                    ---------------- -

Agio Saham                           Rp. 17.000.000

   1. Otorisasi dicatat sebagai memorandum saja

      Kas    Rp. 20.000.000 

      ******Agio saham biasa   Rp 17.000.000              

      ******Modal Saham Biasa  Rp. 3.000.000

   2. Otorisasi dicatat dalam rekening pembukuan formal

      Kas    Rp. 20.000.000 

      *****Agio saham biasa               Rp 17.000.000        

      *****Modal Saham Biasa belum ditempatkan Rp 3.000.000

C. Sebanyak 1000 lembar saham terjual dengan harga dibawah  

   nominal Rp. 1000/ lembar

   Kas   1000 x Rp.1000  = Rp. 1.000.000

   Modal saham biasa     = Rp. 1.500.000

                         --------------- -

   Disagio saham             Rp.   500.000

   Jurnalnya menjadi:

   1. Otorisasi dicatat sebagai memorandum saja

      Kas                  Rp 1.000.000

      Disagio saham biasa  Rp   500.000

      ********Modal Saham Biasa        Rp 1.500.000

   2. Otorisasi dicatat dalam rekening pembukuan formal

      Kas                  Rp.1.000.000 

      Disagio saham biasa  Rp.  500.000        

      ******Modal Saham Biasa belum ditempatkan Rp 1.500.000

*Penjualan Saham dengan Prosedur Pesanan*

Seorang Calon investor berminat pada 500 lembar saham PT. ANGIN MAMIRI.Harga jual saham tersebut saat ini RP.15.000/lembar. Investor telah membayar Rp.4.000.000 dan akan dilunasi setelah saham diterima.

Jurnal penjualan saham

Kas                           Rp. 4.000.000

Piutang kepada pemegang saham Rp. 3.500.000

*********Agio Saham                    Rp. 6.750.000

*********Modal Saham yang dipesan      Rp.   750.000

Pelunasan saham:

Kas                           Rp. 3.500.000

*****Piutang kepada pemegang saham Rp. 3.500.000

Modal saham biasa yang dipesan Rp. 750.000

*****Modal saham biasa                Rp. 750.000

BACA JUGA

Ditulis Oleh : Hendra Arrasyid // 00.08

0 komentar:

Poskan Komentar