Entri Populer

Profil Penulis

Sabtu, 15 Juni 2013

Macam – Macam Laporan Keuangan Koperasi

Macam – Macam Laporan Keuangan Koperasi

Pada akhir siklus akuntansi, pengurus koperasi harus membuat laporan keuangan koperasi untuk berbagai pihak yang berkepentingan dengan koperasi. Laporan keuangan merupakan laporan pertanggungjawaban pengurus koperasi atas hasil usaha koperasi selama suatu periode tertentu dan posisi keuangan koperasi pada akhir periode tersebut. Laporan keuangan koperasi terdiri dari:

1. Perhitungan Hasil Usaha yaitu laporan yang menunjukkan kemampuan koperasi dalam menghasilkan labba selama suatu periode akuntansi atau satu tahun. Laporan Hasil Usaha harus merinci hasil usaha yang berasal dari anggota dan laba yang diproleh dari aktivitas koperasi yang dilakukan oleh bukan anggota.

2. Neraca yaitu suatu daftar yang menunjukkan sumber daya yang dimiliki koperasi, serta informasi dari mana sumber daya tersebut diperoleh.

3. Laporan Arus Kas yaitu suatu laporan mengenai arus keluar masuknya kas selama suatu periode tertentu, yang mencakup saldo awal kas, sumber penerimaan kas, sumber pengeluaran kas, dan saldo akhir kas suatu periode.

4. Laporan Promosi Ekonomi Anggota yaitu laporan yang menunjukkan manfaat ekonomi yang diterima anggota koperasi selama suatu periode tertentu. Laporan tersebut mencakup 4 unsur, yaitu:

a. Manfaat ekonomi dari pembelian barang atau pengadaan jasa bersama.

b. Manfaat ekonomi dari pemasaran dan pengolahan bersama.

c. Manfaat ekonomi dari simpan pinjam lewat koperasi.

d. Manfaat ekonomi dalam bentuk pembagian sisa hasil usaha.

Berdasarkan neraca lajur yang telah kita miliki, kita dapat menyusun laporan keuangan Koperasi “Sejahtera Mandiri”. Penyusunan laporan keuangan tersebut dimulai dengan pembuatan Perhitungan Hasil Usaha, kemudian baru disusun Neraca, lalu menyusun Laporan Arus Kas, dan yang terakhir Laporan Promosi Anggota koperasi tersebut.

1. Perhitungan Hasil Usaha adalah laporan yang menunjukkan kemampuan koperasi dalam menghasilkan SHU selama suatu periode akuntansi atau satu tahun. Untuk mengetahui SHU yang diperoleh koperasi selama suatu periode, hitunglah SHU itu dengan cara mengurangkan beban yang dikeluarkan koperasi selama satu periode dari pendapatan yang diperolehnya dalam periode yang sama.

Dalam contoh soal sebelumnya, berdasarkan neraca saldo yang disusun, perhitunga hasil usaha atau laporan laba rugi Kantor “Sejahtera Mandiri” adalah sebagai berikut:

Koperasi Sejahtera Mandiri

Laporan Hasil Usaha

Periode 2 April – 31 Mei 2010

clip_image002

# Partisipasi Bruto Anggota:

- Partisipasi Jasa Pinjaman 3.600.000

- Partisipasi Jasa Provisi 2.400.000

Total Partisipasi Bruto 6.000.000

# Beban Pokok:

- Beban bunga (1.140.000)

# Partisipasi Neto Anggota Rp4.860.000

# Beban Operasi:

- Gaji 1.200.000

- Beban Penyusutan Peralatan 120.000

- Beban Pemakaian Perlengkapan 100.000

Total Beban Operasi Rp(1.420.000)

# Sisa Hasil Usaha Rp 3.440.000

Jadi, pada periode tersebut koperasi “Sejahtera Mandiri” menghasilkan pendapatan total sebesar Rp6.000.000 yang terdiri dari pendapatan bunga dan pendapatan provisi. Gabungan dari total pendadapatan bunga dan pendapatan provisi itu disebut sebagai partisipasi bruto, yaitu kontribusi anggota kepada koperasi sebagai imbalan atas penyerahan jasa oleh koperasi kepada anggota. Untuk bisa memberikan pinjaman kepada anggota, koperasi megumpulkan modal dari para anggotanya serta memperoleh kredit dari bank. Namun, atas uang pinjaman dari anggota dam bank tersebut koperasi harus membayara bunga sebesar Rp1.140.000. pengorbanan ekonomi dalam bentuk pembayaran bunga pinjaman dalam rangka memperoleh partisipasi bruto dari anggota itulah yang disebut sebagai beban pokok. Selisih antara partisipasi bruto dan beban pokok itulah yang menghasilkan SHU kotor sebesar Rp4.860.000.

Untuk mengoperasikan seluruh aktivitas koperasi tersebut nemang diperlukan pengorbanan ekonomis lain dalam berbagai bentuknya, seperti gaji pegawai, beba pemakaian perlengkapan, dan beban penyusutan perlatan. Total pengorbanan ekonomis untuk mengoperasikan koperasi pada periode tersebut adalah Rp1.420.000.

Sisa Hasil Usaha Kotor yang diperoleh koperasi sebesar Rp4.860.000 dikurangi dengan Beban Operasi sebesar Rp1.420.000 akan menghasilkan SHU sebesar Rp3.440.000. Setelah diketahui SHU-nya, maka pada tahap berikutnya dapat disusun Neraca.

2. Neraca adalah suatu daftar yang menunjukkan sumber daya yang dimiliki koperasi, serta informasi dari mana sumber daya tersebut diperoleh. Neraca koperasi ini dapat disusun dengan memasukkan semua akun aktiva dalam neraca saldo ke sisi kiri neraca dan memasukkan semua akun utang serta ekuitas ke sisi kanan atau kewajiban neraca. Jumlah ekuitas koperasi yang dicatat dalam neraca adalah saldo ekuitas akhir yang terdidri dari Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, dan SHU periode berjalan. Jadi, neraca koperasi “Sejahtera Mandiri” dapat disusun sebagai berikut:

Koperasi Sejahtera Mandiri

Neraca

Per 31 Mei 2010

Aktiva Lancar

Liabilitas dan Ekuitas

Kas

54.900.000

Utang Lancar

Piutang Anggota

108.000.000

Utang Usaha

6.000.0000

Perlengkapan Kantor

1.900.000

Utang Bunga

240.000

Jumlah Aktiva lancar

164.800.000

Simpanan Sukarela

12.000.000

AKTIVA TETAP

Jlh Utang Jk. Pdk

18.240.000

Peralatan Kantor

22.000.0000

Utang Jl Pjg

Akumulasi Penyusutan Peralatan

(120.000)

Utang Bank

60.000.0000

Jumlah Aktiva Tetap

21.880.000

Modal

Simpanan Pokok

100.000.000

Simpanan Wajib

5.000.0000

__________

SHU-periode Berjalan

__3.440.000

Total Aktiva

186.680.000

Total Pasiva

186.680.000

Neraca koperasi “Sejahtera Mandiri” pada akhir periode akuntansi akan terlihat seperi di atas, dengan total aktiva dan total kewajiban sebesar Rp186.680.000. Jika dibandingkan dan kita perhatikan dengan seksama.

Bentuk Neraca

Bentuk neraca seperti ituu disebut dengan bentuk T, di mana sebelah kiri disusun deretan aktiva atau harta perusahaan yang disebelah kanan disusun deretan kewajiban yang dibagi ke dalam dua kelompok besar yaitu utang dan modal.

Neraca itu dapat juga disusun dengan urutan dari atas ke bawah (vertikal) yang disebut sebagai bentuk laporan. Neraca bentuk laporan menyusun aktiva dan kewajiban dalam urutan dari atas ke bawah seperti berikut ini:

Koperasi Sejahtera Mandiri

Neraca

Per 31 Mei 2010

Aktiva Lancar:

- Kas

54.900.000

- Piutang Anggota

108.000.000

- Perlengkapan Kantor

1.900.000

Total Aktiva Lancar

164.800.000

Aktiva Tetap

- Peralatan Kantor

22.000.000

Akumulasi Penyusutan Peralatan

(120.000)

Total Aktiva Tetap

21.880.000

Total Aktiva

186.680.000

Utang Lancar:

- Utang Usaha

6.000.000

- Simpanan Sukarela

12.000.000

- Utang Bunga

240.000

Total Utang Lancar

18.240.000

Utang Jangka Panjang:

- Utang Bank

60.000.000

Total Utang Jangka Panjang

60.000.000

Ekuitas Koperasi:

- Simpanan Pokok

100.000.000

- Simpanan Wajib

5.000.000

- SHU-Periode Berjalan

3.440.000

Total Ekuitas Koperasi

108.440.000

Total Kewajiban

186.680.000

SUSUNAN NERACA

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam menyusun neraca adalah urutan penyusunan akun. Akun-akunaktiva disusun berdasarkan urutan likuiditasnya, yaitu taksiran kecepatan aktiva tersebut dapat dicairkan menjadi uang tunai. Semakin mudah dan semakin cepat suatu aktiva dikonversi menjadi uang tunai, semakin didahulukan posisi pencatatannya dalam neraca.

Kelompok

Akun

Aktiva

Aktiva lancar:

Adalah semua harta koperasi yang diharpakan dapat berubah menjadi uang dalam tempo satu tahun

Kas: uang tunai dan setara uang

Surat-surat Berharga: investasi jangka Pendek

Piutang Usaha/Piutang Nonanggota

Piutang Anggota

Piutang Karyawan

Persediaan: Barang dagangan atau bahan baku

Biaya-biaya yang dibayar di mua: sewa, asuransi, dan lainnya

Perlengkapan Usaha

Dan lain-lain

Investasi Jangka Panjang:

Adalah dana yang ditanamkan pada berbagai jenis aktiva yang diharapkan memberikan penghasilan bagi koperasi

Penyertaan dalam koperasi

Pernyertaan dalan nonkoperasi

Investasi dalam aktiva tetap berwujud: tanah dan lainnya

Dan lain-lain

Aktiva Tetap Berwujud:

Adalah semua aktiva yang berumur lebih dari satu tahun dan memiliki wujud fisik

Peralatan kantor

Kendaraan

Mesin

Tanah

Aktiva Tetap Tidak Berwujud:

Adalah semua aktiva yang tidak memiliki wujud fisik tetapi memiliki manfaat nyata bagi koperasi

Goodwiil

Hak Paten

Merk dagang

Hak cipta

Dan lain-lain

Aktiva lain-lain:

Adalah aktiva yang tidak dapat dikelompokkan pada kelompok aktiva yang di atas

Titipan kepada penjual

Bangunan dalam pengerjaan

Dan lain-lain

Utang

Utang Lancar:

Adalah kewajiban koperasi yang akan jatuh tempo dalam waktu setahun

Utang usaha

Utang wesel

Dana-dana

Simpanan sukarela

Utang pajak

Pendapatan Diterima Dimuka

Pendapatan Diterima Dimuka

Utang Jangka Panjang:

Adalah kewajiban yang jatuh tempo lebih dari setahun.

Utang bank

Obligasi

Dan lain-lain

Ekuitas

Ekuitas Koperasi:

Adalah semua kewajiban koperasi kepada anggota koperasi

Simpanan pokok

Simpanan wajib

Simpanan penyertaan partisipasi anggota

Modal penyertaan

Modal sumbangan/donasi

Cadangan

SHU yang belum dibagi

3. Laporan Arus Kas adalah suatu laporan mengenai arus keluar masuknya kas selama satu periode tertentu, yang mencakup saldo awal kas, sumber penerimaan kas, sumber pengeluaran kas dan saldo akhir kas pada suatu periode. Sumber penerimaan dan pengeluaran kas koperasi dipilih menjadi 3 kelompok, yaitu aktivitas operasi, aktivitas investasi dan aktivitas pembiayaaan.


Koperasi Sejahtera Mandiri

Laporan Arus Kas

Periode 2 April – 31 Mei 2008

SHU

3.440.000

Penyesuaian:

Arus Kas dari aktivitas operasi

Kenaikan piutang anggota

(108.000.000)

Kenaikan utang jangka pendek

18.240.000

Pemakaian perlengkapan

100.000

Beban penyusutan

120.000

Kas bersih dari aktivitas operasi

(86.100.000)

Arus kas dari aktivitas investasi

Pembelian perlengkapan

(2.000.000)

Pembelian peralatan

(22.000.000)

Arus kas dari aktivitas investasi

(24.000.000)

Arus kas dari aktivitas pembiayaan

Kredit bank

60.000.000

Simpanan pokok

100.000.000

Simpanan wajib

5.000.000

Arus kas dari aktivitas pembiayaan

165.000.000

Kas awal periode (2 April 2008)

0

Kas akhir periode (31 Mei 2008)

54.900.000

Secara umum, ada dua metode untuk menyusun laporan arus kas, yaitu metode langsung dan metode tidak langsung. Pembahasan lebih terinci mengenai kedua metode penyusunan laporan arus kas tersebut akan diuraikan dalam Bab 11. Yang akan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan kas.

4. Laporan Promosi Ekonomi Anggota adalah laporan yang menunjukkan manfaat ekonomi yang diterima anggota koperasi selama suatu periode tertentu. Laporan tersebut mencakup 4 unsur, yaitu:

a. Manfaat ekonomi dari pembelian barang atau pengadaan jasa bersama.

b. Manfaat ekonomi dari pemasaran dan pengolahan bersama.

c. Manfaat ekonomi dari simpan pinjam lewat koperasi.

d. Manfaat ekonomi dalam bentuk pembagian sisa hasil usaha.

Laporan promosi ekonomi anggota pada dasarnya merupakan suatu laporan yang menunjukkan “Manfaat lebih” tersebut diukur dengan membandingkan manfaat yang diberikan koperasi kepada para anggotanya dengan jika mereka bertransaksi dengan lemabaga lain di luar koperasi. Karena itu, data dari lembaga di luar koperasi yang digunakan sebagai pembanding akan sangat mempengaruhi “kinerja” pengurus koperasi, seperti yang ditampilkan dalam laporan promosi ekonomi anggota. Tidak setiap koperasi memiliki Laporan Promosi Ekonomi Anggota (PEA) yang mengandung keempat unsur PEA tersebut. Masing-masing koperasi akan membuat PEA yang sesuai dengan bidang usaha yang sesuai dengan bidang usaha yang dimilikinya. Faktor laiin yang menjadi kendala dalam membuat laporan PEA adalah memilih lembaga lain yang akan dijadikan pembanding bagi suatu koperasi. Antara satu badan usaha dengan badan usaha lainnya akan menjual produk dengna harga yang berbeda. Bahkan Badan usaha yang sama akan menjual produknya dengan harga yang berbeda pada waktu yang berbeda. Karena itu, sangat sulit menyusun laporan PEA yang akurat bagi anggota. Kalau memang dianggap sangat penting untuk menyusun laporan PEA setiap tahun, maka sebaiknya disepakati terlebih dahulu lembaga apakah yang dijadikan pembanding dan harga mana yang akan dijadikan dasar pembanding.

Dalam kasus Koperasi “Sejahtera Mandiri, ada dua komponen yang menjadi bagian dari laporan promosi ekonomi anggotam yaitu manfaat ekonomi yang diperoleh anggota dam aktivitas simpan pinjam melalui koperasi dan manfaat ekonomi dari pembagiaan sisa hasil usaha koperasi.

Manfaat ekonomi yang diperoleh anggota dari aktivitas simpan pinjam dihitung dengan membandingkan antara jumlah biaya bunga dan biaya provisi yang harus dikeluarkan anggota karena meminjam uang dari koperasi dan jumlah biaya bunga serta biaya provisi yang harus dikeluarkan anggota jika meminjam dari badan usaha lainnya. Perbandingan tersebut akan menghasilkan manfaat ekonomi dalam bentuk penghematan beban pinjaman. Manfaat ekonomi dari penghematan beban pinjaman ini akan ditambah lagi dengan manfaat ekonomi kelebihan balas jasa simpanan. Kelebihan balas jasa simpanan tersebut dihitung dengan membandingkan antara total pendapatan bunga yang diperoleh anggota jika menyimpan uangnya di koperasi dan jumlah pendapatan bunga yang akan diperolehanggota jika menyimpan uangnya di badan usaha lain. Gabungan dari penghematan beban pinjaman tersebut ditambah dengan manfaat ekonomi kelebihan balas jasa simpanan akan menghasilkan manfaat ekonomi anggota atas transaksi jasa dengan koperasi.

Jika lembaga lain mengenakan biaya bunga dan biaya provisi yang lebih rendah dibandingkan koperasi, maka dari segi penghematan bebas pinjaman dari koperasi, anggota koperasi akan memperoleh manfaar ekonomi yang negatif. Namun, jika lembaga lain mengenakan biaya bunga dan biaya provisi yang lebih tinggi dari koperasi, maka anggota akan memperoleh manfaat ekonomi yang positif dari transaksi pinjaman uang kepada koperasi. Demikian pula, balas jasa simpanan yang diberikan koperasi kepada para anggotanya akan bernilai negatif jika badan usaha lain mampu memberikan bunga simpanan yang lebih tinggi dibandingkan koperasi. Sebaliknya, jika koperasi bisa memberikan bunga simpanan yang lebih tinggi dibandingkan badan usaha lainnya, anggota akan mendapatkan manfaat ekonomi yang positif dalam bentuk balas jasa simpanan. Sedangkan manfaat ekonomi yang diperoleh anggota dari pembagian SHU adalah total SHU yang diperoleh koperasi yang dialokasikan ke anggota dalam bentuk Dana Anggota.

Dalam kasus koperasi Sejahtera Mandiri, laporan promosi ekonomi anggota dihitung dengan membandingkan partisipasi jasa pinjaman (bunga) dan partisipasi jasa provisi yang dikenakan koperasi kepada para anggotanya yang meminjam uang di koperasi dengan beban bunga serta beban provisi yang dikenakan lembaga lain atas transaksi yang sama. Jila lembaga lain (misalnya, Bank Perkreditan Rakyat yang beroperasi di dekat koperasi tersebut) mengenakan suku bunga pinjaman sebesar 4% per bulan dan jasa provisi sebesar 3,5% dari nilai pinjaman, sedangkan balas jasa simpanan yang diberikan oleh lembaga lain ( misalnya, BPR) adalah 3%, besarnya promosi ekonomi anggota adalah sebagai berikut:

Koperasi Sejahtera Mandiri

Laporan Promosi Ekonomi Anggota

Periode 2 April – 31 Mei 2008

Penghematan beban pinjaman:

- partisipasi jasa pinjaman

1.200.000

- partisipasi jasa provisi

1.800.000

Kelebihan balas jasa simpanan anggota

- bunga simpanan (tabungan)

(120.000)

Jumlah PEA dari transaksi jasa

2.880.000

Jumlah PEA dari alokasi SHU

1.376.000

Jumlah PEA total

4.256.000

Promosi ekonomi anggota sebesar Rp2.880.000 tersebut dihitung dengan cara membandingkan suku bunga dan tarif provisi yang dikenakan koperasi dengan yang dikenakan lemabaga lain serta imbalan bunga yang diberikan koperasi dengan yang diberikan lembaga lain.

Keterangan

Nilai Transaksi

Koperasi

Lembaga Lain

Manfaat Lebih

Tarif

Jumlah

Tarif

Jumlah

Balas jasa simpanan

Rp12.000.000

2%

Rp240.000

3%

Rp360.000

Rp(120.000)

Jasa pinjaman

Rp120.000.000

3%

Rp3.600.000

4%

Rp4.800.000

Rp1.200.000

Jasa Provisi

Rp120.000.000

2%

Rp2.400.000

3,5%

Rp4.200.000

Rp1.800.000

Jumlah promosi ekonomi anggota dari penyediaan jasa

Rp2.880.000

Jumlah promosi ekonomi anggota dari alokasi SHU sebesar Rp1.376.000 itu berasal dari jumlah SHU yang diperoleh koperasi selama periode tersebut seperti yang terlihat dari laporan hasil usaha koperasi , yaitu sebesar Rp3.440.000, dikalikan dengan 40%. Proporsi sebesar 40% ini didasarkan pada asumsi AD/ART koperasi menetapkan bahwa dari total SHU yang diperoleh koperasi sebesar 40% harus dialokasikan untuk dana anggota.

BACA JUGA

Ditulis Oleh : Hendra Arrasyid // 19.59

0 komentar:

Poskan Komentar