Entri Populer

Profil Penulis

Selasa, 16 April 2013

PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA

Penyalahgunaan narkoba sangat kompleks, tetapi selalu merupakan interaksi. Ada tiga factor penyebab, yaitu narkoba, individu, dan lingkungan. Upaya pencegahan dan penanggulangan pun harus melibatkan ketiga factor, baru berhasil. Farmakologi zat, yaitu jenis, dosis, cara pakai, dan pengaruhnya pada tubuh, serta ketersediaan dan pengendalian peredarannya.

Tanggung jawab adalah masalah pengambilan keputusan, yang dilakukan atas pertimbangan mengenai apa yang baik dan buruk atau apa yang benar dan salah. Ada 4 model penanggulangan dan upaya pencegahannya, yaitu :

4.1.1. Model moral legal

Obat berbahaya adalah obat yang membahayakan kehidupan manusia, dan penggunaannya bertentangan secara sosial dan legal. Oleh karena itu, pengedar/penjual dan penggunanya adalah pelaku kejahatan yang harus dihukum. Pengaruh narkoba terhadap tubuh ditentukan oleh faktor-faktor, seperti, dosis, cara pakai, frekuensi pemakaian, dan kondisi tubuh pemakai, terlepas dari hal-hal subjektif dan dari nilai buruknya.

Narkoba adalah unsure aktif, sedangkan manusia adalah korban yang harus dilindungi dengan pengaturan moral, sosial dan legal. Pencegahan dilakukan dengan pengawasan ketat pengedaran narkoba. Model ini menjadi bobot terbesar di banyak negara.

4.1.2. Model medik dan kesehatan masyarakat

Ahli kedokteran menganggap narkoba sebagai penyakit menular yang sangat berbahaya. Narkoba diartikan sebagai penyebab ketergantungan. Narkoba adalah semua obat/bahan/zat yang menyebabkan ketergantungan. Penanggulangan pada model kedua ini, narkoba tidak dilihat sebagai unsure yang berbahaya dan melanggar hukum, tetapi sebagai penyebab suatu penyakit.

Upaya pencegahan ditujukan pada masyarakat dari bahaya penularan oleh pecandu, pertolongan paada kelompok beresiko tinggi, serta penerangn terhadap masyarakat.

4.1.3. Model psikososial

Penanggulangannya ditujukan pada pada factor perilaku indvidu. Penyalahgunaan narkoba pada model ini dilihat sebagai masalah perilaku. Ada beberapa prinsip yang perlu diketahui, diantaranya sebagai berikut :

A. Pemakaian narkoba berbeda pada setiap individu

B. Sebagai fenomena psikososial

C. Pemberian informasi

Model psikososial tidak melihat penyalahgunaan narkoba sebagai masalah narkoba, tetapi sebagai masalah manusia. Jadi, sumber masalah adalah diri sendiri, bukan pada narkoba atau penggunaannya. Pencegahan pada model ini ditujukan pada perbaikan kondisi. Pemberin informasi narkoba dengan cara menakut-nakuti sangat tidak dianjurkan.

4.1.4.    Model sosial budaya

Model ini menekankan pentingnya lingkungan dan konteks sosial-budaya. Pemakaian ganja pada beberapa daerah dianggap wajar, namun pemakaian narkoba lain dianggap perilaku yang menyimpang. Artinya, menyimpang dari norma sosial-budaya. Sasaran pada penanggulangan model ini adalah perbaikan kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan masyarakat.

Oleh karena itu lembaga-lembaga perlu dimodifikasi menjadi lebih manusiawi.

4.1.5.     Pendekatan komprehensif

Jika menitikberatkan pada ‘bagaimana menghindarkan narkoba dari penggunaannya oleh masyarakat’, penegakan hukum memegang peran paling besar. Jika masalahnya lebih ditujukan pada upaya ‘menghindarkan manusia dari narkoba’ , maka profesi di bidang perbaikan perilaku memegang peran utama. Jika masalahnya adalah ‘bagaimana menciptakan lingkungan agar narkoba tidak disalahgunakan’ , masyarakat dan lembaga-lembaga terkait perlu dilibatkan.

Makna pendekatan menyeluruh atau komprehensif adalah upaya penanggulangan yang efektif dan efesien, perlu dilakukan secara bersama-sama. Semua pihak mengambil bagian masing-masing sesuai dengan bidang tugasnya. Pendekatan yang sering dilakukan di negara maju cenderung pada model psikososial dan sosial-budaya.

BACA JUGA

Ditulis Oleh : Hendra Arrasyid // 19.14

0 komentar:

Poskan Komentar