Entri Populer

Profil Penulis

Kamis, 28 Maret 2013

AMORTISASI AGIO ATAU DISAGIO OBLIGASI BERSERI

AMORTISASI AGIO ATAU DISAGIO OBLIGASI BERSERI
Jika obligasi berseri jatuh tempo pada tanggal yang berbeda dengan tahun buku perusahaan, maka perhitungan amortisasi agio atau disagio obligasi harus memperhatikan lamanya jangka waktu peredaran dalam tiap tahun. Dalam setiap tahun terdapat dua jumlah obligasi yang beredar, dimana masing-masing jumlah jangka waktu beredarnya juga berbeda. Oleh karena itu dalam menghitung amortisasi tiap-tiap tahun perlu dipertimbangkan jumlah obligasi yang beredar dan lamanya beredar.
Contoh:
Tanggal 1 Mei 2009 PT A mengeluarkan obligasi berseri sebesar Rp.100.000.000. Obligasi tsb. dijual dengan harga Rp.99.000.000.
Tanggal 1 April 2010 obligasi dengan nilai nominal Rp.10.000.000 jatuh tempo.
Tanggal 1 April 2011 obligasi dengan nilai nominal Rp.20.000.000 jatuh tempo.
Tanggal 1 April 2012 obligasi dengan nilai nominal Rp.30.000.000 jatuh tempo.
Tanggal 1 April 2013 obligasi dengan nilai nominal Rp.40.000.000 jatuh tempo.
Bunga obligasi sebesar 12 % /tahun. Bunga obligasi dibayar setiap tanggal 31 Maret. Tahun buku perusahaan tidak sama dengan tahun obligasi.
Diminta:
1. Buatlah tabel amortisasi disagio obligasi metode obligasi beredar.
2. Buatlah jurnal untuk mencatat amortisasi disagio obligasi tahun 2009.
1. Tabel amortisasi disagio obligasi metode obligasi beredar. Tahun buku tidak sama dengan tahun obligasi

Th. Jumlah obligasi yang beredar
(Rp.)
Lamanya beredar (bln) Obligasi x lamanya beredar (Rp.) Jumlah
(Rp.)
Bagian disagio yg diamorti-sasi Jumlah disagi obliga-si
(Rp.)
Amortisasi disagio obligasi / tahun
(Rp.)
2009 100 jt 8 800 jt 800 jt 80/350 1 jt 228.571,43
2010 100 jt
90 jt
3
9
300 jt
810 jt
1.110jt 111/350 1 jt 317.142,86
2011 90 jt
70 jt
3
9
270 jt
630 jt
900 jt 90/350 1 jt 257.142,86
2012 70 jt
40 jt
3
9
210 jt
360 jt
570 jt 57/350 1 jt 162.857,14
2013 40 jt 3 120 jt 120 jt 12/350 1 jt 34.285,71
3.500jt 350/350 1.000.000

2.Jurnal:
PERTUKARAN OBLIGASI
Obligasi yang dikeluarkan dapat ditukar dengan saham perusahaan yang mengeluarkan obligasi. Dalam pertukaran obligasi perlu diperhatikan agio dan disagio obligasi yang belum diamortisasi dan bunga berjalan. Karena agio dan disagio obligasi yang belum diamortisasi mempengaruhi nilai buku obligasi.
Saham yang dikeluarkan dicatat sebesar:
1. Harga pasar saham pada tanggal pertukaran. Selisih antara harga pasar saham dengan nilai buku obligasi dicatat sebagai laba-rugi pertukaran obligasi.
Jurnal yang perlu dibuat:
a. Jurnal untuk mencatat amortisasi agio/disagio obligasi (jika ada)
b. Jurnal untuk mencatat pembayaran bunga berjalan (jika pertukaran tidak tepat pembayaran bunga).
c. Jurnal untuk mencatat pertukaran obligasi
Harga pasar saham .............. xxx
Nilai nominal obligasi xxx
Agio obligasi xxx
Amortisasi agio obligasi xxx -
Agio obligasi yang belum diamortisasi xxx +
Nilai buku obligasi xxx :
Laba/rugi pertukaran obligasi xxx
Harga pasar saham..... xxx
Nilai nominal saham.... xxx :
Agio/disagio saham....... xxx
JURNAL:
Utang obligasi xxx -
Agio obligasi xxx -
Modal saham biasa (contoh) - xxx
Agio saham biasa - xxx
Laba pertukaran obligasi - xxx

atau
Harga pasar saham xxx
Nilai nominal obligasi xxx
Disgio obligasi xxx
Amortisasi disagio obligasi xxx -
Disgio obligasi yang belum diamortisasi xxx -
Nilai buku obligasi xxx :
Laba/rugi pertukaran obligasi xxx
Harga pasar saham..... xxx
Nilai nominal saham.... xxx :
Agio/disagio saham....... xxx
JURNAL:
Utang obligasi xxx -
Disgio saham biasa xxx -
Rugi pertukaran obligasi xxx -
Modal saham biasa - xxx
Disgio obligasi - xxx

2. Nilai buku obligasi pada saat pertukaran. Tidak ada laba-rugi pertukaran obligasi.
a. Jurnal untuk mencatat amortisasi agio/disagio obligasi (jika ada)
b. Jurnal untuk mencatat pembayaran bunga berjalan (jika pertukaran tidak tepat tgl pembayaran bunga).
c. Jurnal untuk mencatat pertukaran obligasi
Nilai nominal obligasi xxx
Agio obligasi xxx
Amortisasi agio obligasi xxx -
Agio obligasi yang belum diamortisasi xxx +
Nilai buku obligasi (nilai saham....) xxx
Nilai nominal saham...... xxx :
Agio/disagio saham...... xxx
JURNAL:
Utang obligasi xxx -
Agio obligasi xxx -
Modal saham biasa - xxx
Agio saham biasa - xxx

atau
Nilai nominal obligasi xxx
Disagio obligasi xxx
Amortisasi disagio obligasi xxx -
Disagio obligasi yang belum diamortisasi xxx -
Nilai buku obligasi (nilai saham....) xxx
Nilai nominal saham...... xxx :
Agio/disagio saham...... xxx
JURNAL:
Utang obligasi xxx -
Disgio saham biasa xxx -
Modal saham biasa - xxx
Disgio obligasi - xxx

Data yang diperoleh dari PT A tanggal 1 Januari 2009 sebagai berikut:
Nilai buku obligasi sebesar Rp.10.200.000. Nilai nominal obligasi sebesar Rp.10.000.000. Amortisasi agio obligasi per bulan Rp.10.000. Bunga obligasi sebesar 12 % dibayar setiap tanggal 1 Januari dan 1 Juli. Pada tanggal 1 Mei 2009 seluruh obligasi ditukar dengan saham biasa sebanyak 10.000 lembar, nilai nominal Rp.1.000 / lembar, harga pasar saham pada saat pertukaran sebesar Rp.1.010/lembar.
Diminta:
1. Buatlah jurnal untuk mencatat amortisasi agio obligasi 1 Mei 2009
2. Buatlah jurnal untuk mencatat pembayaran bunga berjalan 1 Mei 2009
3. Buatlah jurnal untuk mencatat pertukaran obligasi jika saham yang dikeluarkan dicatat sebesar nilai bukunya tanggal 1 Mei 2009
4. Buatlah jurnal untuk mencatat pertukaran obligasi jika saham yang dikeluarkan dicatat sebesar harga pasar tanggal 1 Mei 2009
1.Amortisasi agio obligasi = 4 x Rp.10.000 = Rp.40.000
Jurnal :
Agio obligasi Rp.40.000 -
Biaya bunga obligasi - Rp.40.000
2.Bunga berjalan : 4/12 x 12 % x Rp.10.000.000 = Rp. 400.000
Jurnal:
Biaya bunga obligasi Rp.400.000 -
Kas Rp.400.000
3.Nilai buku obligasi 1/1-2009 Rp.10.200.000
Amortisasi agio obligasi th. 2009 Rp. 40.000
Nilai buku obligasi 1/5-2009 (nilai saham) Rp.10.160.000
Nilai nominal saham biasa: 10.000 x Rp.1.000 : Rp.10.000.000
Agio saham biasa Rp. 160.000
Jurnal:
Utang obligasi……. Rp.10.000.000 -
Agio obligasi ………Rp. 160.000 -
Modal saham biasa - Rp.10.000.000
Agio saham biasa - Rp. 160.000
4.Nilai buku obligasi 1/1-2009 Rp.10.200.000
Amortisasi agio obligasi th. 2009 Rp. 40.000
Nilai buku obligasi 1/5-2009 Rp.10.160.000
Harga pasar saham biasa:10.000 x Rp.1.010 = Rp.10.100.000
Laba pertukaran obligasi Rp. 60.000
Harga pasar saham biasa:10.000 x Rp.1.010 = Rp.10.100.000
Nilai nominal saham biasa: 10.000 x Rp.1.000 : Rp.10.000.000
Agio saham biasa Rp. 100.000
Jurnal:
Utang obligasi Rp.10.000.000 -
Agio obligasi Rp. 160.000 -
Modal saham biasa - Rp.10.000.000
Agio saham biasa - Rp. 100.000
Laba pertukaran obligasi - Rp. 60.000
PELUNASAN OBLIGASI DENGAN MENGGUNAKAN DANA YANG DIPEROLEH DARI PENGELUARAN OBLIGASI BARU
clip_image010
Ada tiga prosedur yang dapat digunakan untuk memperlakukan diasagio dan biaya penjualan obligasi lama yang belum diamortisasi:
1. Disagio dan biaya penjualan yang belum diamortisasi dibebankan sebagai kerugian. (sesuai SAK)
2. Disagio dan biaya penjualan yang belum diamortisasi akan diamortisasi selama sisa umur obligasi lama.
3. Disagio dan biaya penjualan yang belum diamortisasi akan diamortisasi selama umur obligasi baru.
Data yang diperoleh dari PT A tanggal 1 Januari 2009 sbb:
Nilai nominal obligasi seri A sebesar Rp. 10.000.000.Disagio obligasi yang belum diamortisasi sebesar Rp.120.000. Bunga obligasi sebesar 12 % dibayar setiap tanggal 1 Januari dan 1 Juli. Sisa umur obligasi seri A selama 2 tahun. Obligasi seri A dilunasi tanggal 1 Januari 2009 dengan kurs 101. Dana yang digunakan untuk melunasi obligasi seri A dengan mengeluarkan obligasi seri B tanggal 1 November 2008 dengan nilai nominal Rp. 12.000.000, kurs 101, biaya penjualan Rp.10.000, bunga 12 % dibayar setiap tanggal 1 Januari dan 1 Juli. Umur obligasi seri B selama 5 tahun.
Diminta:
1. Buatlah jurnal untuk mencatat pengeluaran obligasi seri B
2. Buatlah jurnal untuk mencatat pelunasan obligasi jika disagio dan biaya penjualan yang belum diamortisasi diperlakukan sebagai kerugian.
3. Buatlah jurnal untuk mencatat pelunasan obligasi jika disagio dan biaya penjualan yang belum diamortisasi akan diamortisasi selama sisa umur obligasi seri A
1.Harga jual obligasi seri B : Rp.12.000.000 x 101/100 = Rp.12.120.000
Biaya penjualan Rp. 10.000 -
Rp.12.110.000
Bunga berjalan :12 % x R p.12.000.000 x 4/12= Rp. 480.000 +
Kas yang diterima Rp.12.590.000
Harga jual obligasi bersih Rp.12.110.000
Nilai nominal obligasi Rp.12.000.000
Agio obligasi Rp. 110.000
Jurnal:
Kas…………Rp.12.590.000 -
Utang obligasi seri B - Rp.12.000.000
Agio obligasi - Rp. 110.000
Biaya bunga obligasi - Rp. 480.000
(Utang bunga obligasi)
2.Nominal obligasi Rp.10.000.000
Disagio obligasi yang belum diamortisasi Rp. 120.000
Nilai buku obligasi 1/1-2009 Rp. 9.880.000
Jumlah pelunasan : 101/100 x Rp.10.000.000 : Rp.10.100.0000
Rugi pelunasan obligasi Rp. 220.000
Jurnal:
Utang obligasi…………..Rp.10.000.000 -
Rugi pelunasan obligasi Rp. 220.000 -
Kas Rp.10.100.000
Disagio obligasi - Rp. 120.000
3.Nominal obligasi Rp.10.000.000
Disagio obligasi yang belum diamortisasi Rp. 120.000
Nilai buku obligasi 1/1-2009 Rp. 9.880.000
Jumlah pelunasan : 101/100 x Rp.10.000.000 : Rp.10.100.0000
Biaya pelunasan obligasi Rp. 220.000
Jurnal:
Utang obligasi……………Rp.10.000.000 -
Biaya pelunasan obligasi Rp. 220.000 -
Kas Rp.10.100.000
Disagio obligasi - Rp. 120.000

BACA JUGA

Ditulis Oleh : Hendra Arrasyid // 20.16

0 komentar:

Poskan Komentar